Revlon : Modal Awal Cuman $300

Pada tahun 1932, Charles Revson, baru berumur 25 tahun. Dia memiliki mata yang jeli soal kuku. Dengan berlatar belakang seorang penjual kain dan produk kecantikan, dia memulai usahanya sendiri. Pada saat yang barangkali merupakan saat terburuk dalam ekonomi di abad 20 (RESESI EKONOMI/DEPRESI BERAT/GREAT DEPRESSION) dia nekat membuka usahanya (MODAL NEKAT GANNN)

Revson dan mitra – mitranya hanya memilki modal $300. Tanpa jalur kredit dan tanpa penyandang dana. Tapi perusdahaan itu menawarkan hal baru bagi seluruh dunia. CAT KUKU TRANSPARAN. Pada masa itu cat kuku hanya dipakai oleh pelacur, Revson ingin mengubah itu  dan membuatnya menjadi fesyen yang penting.

The Revson Nail Enamel Company adalah sebuah kemitraan antara Revson dan kakak laki-lakinya, Joseph Revson dan Charles Lachman. Secara umum Charles adalah otak gemilang di balik kesuksesan Revlon, dan yang lain hanya menumpang sukses. Pada 1939 sebuah iklan merujuk Charles sebagai “busi” dari bisnis itu. Charles lachman hanya berperan menambahkan huruh “L” pada REVSON sehingga menjadi REVLON. Joseph revson kemudian menjual sahamnya pada Charles dan kemudian menjadi Pertapa.

Pada masa awal saat uang masih sangat susah untuk didapatkan, mereka mengandalkan lintah darat, kadangkala harus membayar bunga 2% per bulan (di amrik juga ada lintah darat gan, bukan di indo aja,heheeh… bangga nih)..Pada 1933 penjualannya melampaui $11.000 dengan laba seadanya $2800 (tidak jelek untuk masa – masa depresi).

Tahun 1939, Revlon memperkenalkan LISPTIK dan pada 1940, penjualan meningkat ke angka sehat 2,8 JUTA DOLLAR. Revlon tidak hanya menciptakan sebuah produk tapi juga sebuah fantasi. Persepsi tentang siap ayang memakai cat kuku pun diubah , Revlon menaikan porsi buat kampanye iklannya dan menaikan harga produknya 5x lipat dari pesaingnya.

Revson kemudian meninggal pada tahun 1975 dengan kekayaan 988 Juta Dollar, belum sampai 1 miliar tapi sebuah usaha yang baik.

Pelajaran Yang Bisa kita dapatkan :

·         Jangan jadikan modal sebagai alasan untuk tidak berusaha, Revlon dengan modal yang sekecil itupun bisa, kenapa kita tidak bisa

·         Jangan jadikan keadaan sebagai alas an, Revlon memulai usaha di tengah – tengah depresi berat saat bursa saham amerika empat jatu 90% dalam beberapa tahun.

·         Selalau ada jalan jika mau berusaha

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • blogmarks
  • co.mments
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • Upnews

March 19, 2009   Posted in: Uncategorized

4 Responses

  1. thik thik - March 20, 2009

    aq tw e cuma make revlon…gak tw sejarahnya huahahahhahahaa

  2. kerzt - March 20, 2009

    yah tau sejarahnya-lah, jadi lebih seru make REVLON nya, dan sapa tau terinspirasi ajdi bisa bikin cat kuku merek “THIK-THIK” hahahaha

  3. ennie - March 25, 2009

    “Pada masa awal saat uang masih sangat susah untuk didapatkan, mereka mengandalkan lintah darat”
    nah ini….lintah darat bok…Revson cukup nekad juga dan sangat yakin bisnisnya pasti bisa berkembang ke seluruh dunia…jika tidak…apa bukan makin tergulung ama tikarnya sendiri? hehe….
    tambahan pelajaran : orang harus nekad dan siap untuk bangkrut, jika mau terjun ke bisnis…

  4. kerzt - March 27, 2009

    dalam hal ini High Risk High Gain, tapi ditunjang dengan kamampuan dan kemauan yang keras, RISK bisa diminimalisasi, kalau gak punya kemampuan trus pinjam di lintah dara= CARI MASALAH..

Leave a Reply